Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Desember 2017

Sinopsis, Nilai, Amanat Antologi Cerpen Rectoverso Karya Dee (Dewi Lestari)

Sinopsis, Nilai, Amanat Antologi Cerpen Rectoverso Karya Dee (Dewi Lestari)

judul                      : Curhat buat Sahabat
sinopsis                 :
            Curhat buat Sahabat merupakan cerpen pertama dalam Rectoverso. Cerpen tersebut menceritakan tokoh kamu curhat kepada sahabatnya, tokoh aku. Hal menarik di dalam cerpen ini adalah hanya terdapat tokoh aku, kamu, dan tokoh dia.

               Kamu menyatakan dirinya sudah tidak butuh tokoh dia lagi, yang dulu kamu tergila-gila padanya. Yang kamu butuhkan adalah orang yang menyayangi kamu ketika kamu sakit, dan segelas air putih.

             Aku ingat malam itu, telepon aku berdering pukul setengah dua belas malam. Kamu minta dibawakan obat flu dan segelas air hangat. Sayangnya aku tak punya jas hujan dan aku terlalu terburu-buru untuk membawa baju ganti. Aku menunggui kamu sampai kamu ketiduran. Aku lupa bahwa berbaju basah di tengah malam bisa mengundang penyakit.

               Lalu aku bertanya, apa yang akan kamu perbuat. Sesungguhya kamu sudah tahu harus berbuat apa, sebagaimana kamu tahu perasaan kamu. Kamu hanya butuh kalimat tanya. Kamu menjawab bahwa kamu akan diam. Tidak ada lagi usaha macam-macam, mimpi muluk-muluk. Karena kamu yakin di luar sana, pasti ada orang yang tulus sayang kamu, yang mau menemani kamu saat sakit.

Jumat, 13 Maret 2015

Naskah Drama Lucu Tryout Suram di Minggu Cerah



        Hai Kawan! Kali ini Saya akan menceritakan sebuah kisah nyata dari kehidupan Saya berbentuk naskah drama. Bisa disebut ini lucu dan agak memalukan, pasti kalian akan tertawa bila melihatya secara langsung... =D Tentu saja dalam naskah ini nama tokoh disamarkan, begitu juga dengan alurnya sedikit disamarkan. 
Selamat membacaaa

Tryout Suram di Minggu Cerah


tryout


Narrator : Pada abad ke21, hiduplah seorang pemuda berumur 15 tahun, ngganteng bernama Wahyu. Ia dilahirkan dari pasangan suami-istri Pak Maryamin dengan Bu Marimin. Pada suatu tanggal merah alias libur. Wahyu pergi makan-makan dengan teman-teman nya. Dia berpamit dahulu dengan orangtuanya.
Wahyu             : “Pak, Bu”
Pak Maryamin  : “Iya nak, ada apa?” (sambil membaca koran)
Wahyu             : “Saya pamit pergi makan-makan dengan teman-teman ya Pak, Bu.”
Pak Maryamin  : “ Oh ya jangan pulang sore sore ya nak.”
Bu Marimin      : “Hati-hati ya Wahyu.”
Wahyu             : (menyalami ortu nya)

-Ganti Tempat (Narator : Setelah bersalaman dengan orangtua nya, Wahyu berangkat menemui teman temannya.)

Wahyu             : “Hai kawan” (sambil melambaikan tangan)
Alice                 : “Hai jugaa” (membalas melambaikan tangan)
Wahyu             : “lhoh, Rio dimana?”
Shinta               : “Mungkin masih tidur, dia kan kayak keboo.”
Fira                   : “Iya lah, jam segini dia belum karuan bangun.”
Wahyu             : “yasudah, ayo kita ke rumahnya.” (Wahyu dkk. berjalan ke rumah 
                                       Rio)
Alice                 : “Kita dah sampe nih, gimana?"
Shinta               : “Siapa yang mau ketuk pintu?”